Aksi Nyata Modul 1.4

by Nida belajar, Juli 03, 2021

 AKSI NYATA PENERAPAN

      BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH


Oleh: Nida Wulandari, M.Pd



A.   LATAR BELAKANG



Seiring dengan semakin canggihnya tekhnologi dan mudahnya informasi diserap oleh peserta didik maka banyak kebiasaan-kebiasaan positif yang tergeser. Seperti cara berbicara dan berprilaku terhadap orang tua atau guru sering kali disamakan dengan teman.

Ditambah lagi dengan kondisi pandemi yang mana pembelajaran hanya dilakukan secara virtual atau pertemuan sebentar, sekedar mengambil dan mengumpulkan tugas. Pendidikan karakter dari guru kurang tersampaikan dengan maksimal. Oleh karena itu budaya positif harus tetap diterapkan walalupun dalam kondisi pandemi.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan berusaha untuk membentuk peserta didik berkarakter baik. Penerapan budaya positif di sekolah menjadi cara untuk membentuk karakter. Beberapa budaya positif yang akan diterapkan di SDN Babakancaringin 1 diantaranya dengan membuat slogan budaya positif di sekolah yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, membuat kesepakatan kelas, serta membudayakan membaca dan menulis dengan cara menyenangkan. Budaya positif tersebut dapat diterapkan juga di rumah dan masyarakat.

Selogan yang dibuat adalah 3T2BP (Terapkan salam, Taat beribadah, Terus berprestasi, Berprilaku sopan, Biasakan membaca dan Peduli lingkungan). Agar peserta didik tidak merasa terpaksa dalam menjalankan slogan tersebut maka dibuat juga kesepakatan kelas yang sejalan. Sehingga lahir tanggung jawab pada peserta didik dari diri sendiri.

Membaca dan menulis juga penting karena kegiatan mendasar untuk membuka cakrawala dunia.Kemampu peserta didik dalam menulis baru pada tahap menyalin. Belum pada tahap berpikir tingkat tinggi yaitu menuliskan gagasannya. Oleh karena itu membaca dan menulis harus dibiasakan sejak kecil.

 

B.   DESKRIPSI AKSI NYATA

Langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan aksi nyata yang pertama adalah berkordinasi dengan kepala sekolah. Mengkomunikasikan program yang akan dilaksanakan dan mengajukan slogan untuk diterapkan. Setelah kepala sekolah menyetujui, maka disosialisasikan kepad guru lain agar mendapatkan masukan dan motivasi. Barulah program dan slogan disosialisasikan pada peserta didik.

Poster yang berisi slogan disebarkan ke setiap kelas. Peserta didik dibimbing agar dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dibuat juga kesepakatan kelas agar penerapan slogan dapat lebih maksimal. Kesepakatan kelas yang telah dibuat pada saat ini yaitu bagi peserta didik yang tidak memiliki gawai. Setengah dari jumlah peserta didik di kelas tidak memiliki gawai dan untuk membuat kesepakatan kelas diwakili oleh tiga orang anak.

Aksi nyata membudayakan membaca dan menulis dengan meminjamkan buku cerita anak yang mereka senangi untuk dibaca. Bagi anak yang memiliki gawai dan tergabung dengan grup whatsapp diberikan bacaan cerita secara berkala agar tidak bosan. Anak dimimnta untuk melaporkan hasil bacaannya dalam bentuk tulisan. Kegiatan menulis lainnya dimulai dengan meminta anak untuk menuliskan perasaannya, idenya atau apapun yang ingin dituliskannya. Hal terpentingnya anak mau menulis tapi bukan menyalin tulisan. Anak disarankan untuk memiliki buku harian untuk menuliskan segala perasaannya sehingga lebih bebas berekspresi dalam bentuk tulisan.

 

 





C.   HASIL AKSI NYATA


Peserta didik antusias melihat poster budaya positif dan berusaha ingin menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses kesepakatan kelas berlangsung lama karena peserta didik belum terbiasa melakukan di kelas sebelumnya dan masih sulit untuk mengungkapkan pendapat. Kesepakatan kelas menghasilkan tiga kesepakatan dan ditandatangani oleh perwakilan.

Dari hasil membaca dan menulis peserta didik dapat tulisan berupa paragraf tentang hasil membacanya dan perasaannya.


D.  
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN


Pelaksanaan yang bertepatan dengan liburan dan pergantian kelas menjadi kurang optimal. Peserta didik juga belum terbiasa sehingga masih banyak kesulitan.

Seluruh warga sekolah mengharapkan budaya positif dapat diterapkan dalam diri setiap peserta didik. Bahkan kepala sekolah mengharapkan agar peserta didik dapat menghasilkan sebuah karya berupa tulisan, berupa cerpen, puisi atau yang lainnya.

Keiasaan membaca dan menulis membuat guru lebih tahu dan memahami kondisi peserta didik.

 

E.   RENCANA PERBAIKAN

Poster budaya baik dibuat sebuah tepukan atau nyanyian agar lebih mudah diingat oleh peserta didik.

Pelaksanaan pembiasaan membaca dan menulis harus diawali dengan yang mudah dan waktu yang lebih lama agar hasilnya lebih maksimal.

 

 


F.  

 

 


SHARE 0 comments

Add your comment

© NIDA BELAJAR · THEME BY WATDESIGNEXPRESS