Coaching dalam Pendidikan

in , by Nida belajar, Agustus 27, 2021

 


Sering terdengar istilah coaching ketika dilakukan suatu pembinaan pada keterampilan tertentu. Biasanya dibidang bisnis, olah raga, pendidikan atau bidang - bidang lainnya. Secara bahasa coaching jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia artinya pelatihan.  Istilah-istilah yang terkait diantaranya coach yang artinya pelatih dan cochee adalah orang yang dilatih. Secara istilah coaching menurut wikipedia adalah suatu bentuk pengembangan di mana orang yang berpengalaman, disebut coach, mendukung pembelajar atau klien dalam mencapai tujuan pribadi atau profesional tertentu dengan memberikan pelatihan dan bimbingan. Lantas bagaimana peran coaching dalam dunia pendidikan untuk mempengaruhi proses belajar murid, tentunya akan ditentukan juga oleh peran guru sebagai coach.

Merujuk pada semboyan pendidikan di negara kita yaitu “Tut Wuri Handayani” yang artinya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik. Tut Wuri Handayani yang digagas oleh KI Hadjar Dewantara menggambarkan proses pendidikan dan peran guru sebagai seorang pendidik. Peran guru untuk memberikan dorongan salah satunya adalah sebagai coach untuk para muridnya.

Melihat pada tujuan pendidikan menurut KI Hadjar Dewantara yaitu menuntun tumbuhnya atau hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya. Menurut KI Hadjar Dewantara kodrat anak bukanlah kertas putih yang masih kosong sehingga dalam membimbingnya pun tidak dengan cara mentransfer segala hal dari guru ke murid. Murid harus merdeka, berkembang sesuai dengan kodratnya. Pada hal inilah peran guru adalah sebagai coach untuk muridnya.

Coaching berbeda dengan konseling ataupun mentoring. Pada proses coaching, coach benar-benar menggali potensi murid dan membantu mengembangkannya. Berbeda dengan konseling yang membantu memecahkan masalahnya atau mentoring yang membagikan pengalamannya untuk mengembangkan diri murid.

Pembelajaran yang berpihak pada murid, tentunya murid pun harus mampu mengenal dirinya sendiri. Proses metakognisi pada murid diawali oleh pengenalan terhadap emosi yang sedang dirasakannya. Melalui pembelajaran sosial emosional maka murid dibiasakan untuk mengenal dirinya sendiri. Murid juga akan terbiasa untuk mengelola emosinya. Kegiatan coachinglah yang sebaiknya diterapkan untuk membantu murid dalam pembelajaran sosial emosional.

Selain pada proses metakognisi, coaching juga diperlukan ketika pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran yang menjadikan murid sebagai patokan untuk menentukan bahan, proses dan hasil pembelajaran, tentunya mengharuskan guru mampu menggali diri murid agar bisa menyajikan pembelajaran berdiferensiasi.

Menggali potensi murid merupakan suatu keharusan agar pembelajaran yang berpihak pada murid bisa dilaksanakan. Hal ini tidak akan terjadi jika guru terus menerus mentransfer ilmu secara langsung. Proses coaching  yang akan membantu guru menggali potensi murid.

Empat keterampilan yang harus dimiliki oleh guru sebagai seorang coach. Pertama keterampilan membangun dasar proses coaching. Seorang guru harus mampu membangun proses agar coaching dapat dilaksanakan.

Kedua keterampilan membangun hubungan baik. Seorang guru dan murid harus terjalin hubungan baik agar dapat saling menerima. Murid bisa menerima ilmu dari guru dengan baik dan guru bisa memahami murid dengan baik pula. Saling percaya antara guru dengan murid akan terbangun ketika terjalinnya hubungan baik.

Ketiga keterampilan berkomunikasi. Inti dari proses coaching salah satunya adalah komunikasi. Guru harus mampu menggali potensi dari proses berkomunikasi dengan murid.

Keempat keterampilan memfasilitasi pembelajaran. Walaupun proses coaching adalah menggali potensi murid namun bukan berarti guru tidak mempersiapkan hal baik untuk muridnya. Guru harus mampu memfasilitasi pembelajaran untuk murid agar tahu tujuan murid dalam proses coaching. Sehingga hasil coaching sejalan dengan tujuan pendidikan.

Kunci dari proses coaching adalah komunikasi. Agar terbangunnya komunikasi yang baik maka guru harus mempelajari aspek komunikasi. Empat aspek komunikasi yang harus dilatih pada proses coaching yaitu komunikasi asertif, pendengar aktif, bertanya efektif dan umpan balik positif.

Proses coaching sangat penting peranannya dalam pembelajaran yang berpihak pada murid. Melalui proses inilah guru mampu mengetahui apa yang ada pada diri murid sehingga dapat menyiapkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Melalaui coaching juga murid bisa mengenali dirinya tanpa ada unsur pengaruh dari guru atau pun pihak lainnya. Guru hanya membantu murid dalam mencari untuk menemukan potensi dirinya.

 

Refleksi

Peran guru sebagai coach dalam proses coaching sangat membantu pada terlaksananya pembelajaran yang berpihak pada murid. Murid bisa menemukan potensinya sendiri sehingga muncul kesadaran belajar dalam dirinya. Guru bisa menyesuaikan pembelajaran dengan kodrat yang dimiliki murid.    

Selain antara guru dengan murid, proses coaching juga dapat dilakuan antara guru dengan guru. Hal ini sangat membantu ketika seorang guru memiliki masalah. Dengan adanya komunikasi yang baik maka sesama guru akan lebih mudah berkolaborasi dan menguntungkan banyak hal untuk proses pendidikan.

SHARE 0 comments

Add your comment

© NIDA BELAJAR · THEME BY WATDESIGNEXPRESS