Pembelajaran Sosial Emosional 1

in , , , , , by Nida belajar, Agustus 07, 2021

Terlalu mengejar target materi pelajaran, seringkali lupa pada tujuan sebenarnya dari proses pendidikan. Memaksakan untuk memberikan materi secara berlebihan karena harus mencapai target kurikulum tanpa mempedulikan kondisi murid akan berbahaya pada hasil yang akan diperoleh. Alih-alih materi terkuasai, murid malah stres dalam menghadapi pembelajaran.  Hal itu terkadang tidak terlihat secara langsung namun dampak lain bisa dirasakan, salah satunya dengan adanya murid yang bermasalah dengan prilakunya atau tidak tercapainnya pendidikan karakter yang diharapkan.

Tujuan pendidikan seperti yang dituliskan oleh KI Hadjar Dewantara dalam bukunya “Pendidikan merupakan daya dan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual) dan tubuh anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yaitu kehidupan anak yang sesuai dengan duniannya (kodratnya).” Seiring juga dengan yang diharapkan oleh pemerintah pada pendidikan saat ini yaitu terbentuknya profil pelajar pancasila. Oleh sebab itu pembelajaran sosial emosional perlu diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Pembelajaran sosial emosional adalah keterampilan yang dibutuhkan anak untuk mengelola emosi, memecahkan masalah dan menjadikan dirinya lebih baik. Keterampilan sosial emosional menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam pembelajaran. Penerapannya sehari-hari terbungkus oleh kegiatan yang dilakukan pada saat belajar, pembiasaan sebelum belajar, dan kesepakatan sekolah atau tata tertib yang berlaku di sekolah. Hal ini bertujuan untuk melatih murid bertahan dan mampu memecahkan masalahnya, juga mengajarkannya menjadi orang baik. Kegiatan pembelajaran, hubungan murid dengan teman, guru dan lingkungannya akan memberikan pengalaman yang membentuk diri seorang anak. Selain mengenal teman dan lingkungannya, murid juga harus mengenal dirinya sendiri.

Kompetensi pada pembelajran sosial emosional harus dilatihkan pada murid agar terbiasa melakukannya. Berikut ini lima kompetensi  sosial emosional:

1.      Mengenal emosi diri

2.      Manajemen diri

3.      Kesadaran sosial (Empati)

4.      Kemempuan berhubungan sosial (daya lenting/resiliensi)

5.      Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab

 

Pembelajaran sosial emosional merupakan salah satu pembelajaran yang berpihak pada murid. Perasaan seorang murid dalam belajar haruslah dalam kondisi  hati yang terbuka sehingga lebih mudah dalam menerima segala informasi yang disampaikan oleh guru atau lingkungan sekitarnya. Pada kondisi hati yang tenang bahkan senang, pembelajaran yang diperoleh pun akan lebih bermakna. Salah satu penerapannya adalah ketika awal pembelajaran dimulai, selain mengkondisikan murid dalam kesiapannya juga dalam hal emosinya. Pentingnya perasaan murid saat belajar ini menjadikan pembelajaran sosial emosional harus ada dalam setiap proses belajar mengajar.  

SHARE 1 comment

Add your comment

  1. What is the difference between the two sports toto?
    Which sports 토토 사이트 도메인 toto bookies are better? — What does the difference mean in sports toto bookies? Which sports toto bookies are better?

    BalasHapus

© NIDA BELAJAR · THEME BY WATDESIGNEXPRESS