9 LANGKAH DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

in , by Nida belajar, September 07, 2021

 


Pembelajaran pada modul 3.1 di pelatihan calon guru penggerak angkatan 2 kali ini adalah mempelajari tentang “Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran”.

Pernahkah sebagai seorang guru mengalami rasa bersalah setelah mengambil sebuah keputusan? Tentu sebagai guru tidak ingin keputusan yang diputuskan merugikan pihak lain atau berdampak buruk pada diri sendiri.  Seperti yang pernah dialami penulis. Ketika itu mengambil keputusan untuk tidak membicarakan kepada kepala sekolah sebuah masalah yang terjadi di kelas dengan alasan masalahnya masih bisa ditanggulangi sendiri. Seiring waktu berjalan, diluar dugaan masalahnya mencuat sehingga menjadi trending topik di sekolah. Kepala sekolah menegur dan mengingatkan kenapa tidak membicarakan masalah ini sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu penyesalan akibat dari pengambilan sebuah keputusan.

Seorang guru adalah pemimpin di kelasnya oleh sebab itu harus mengambil keputusan terhadap situasi yang ada termasuk jika kondisi dilema etika dan bujukan moral melanda. Belum lagi keputusan-keputusan yang harus diambil terkait dengan instansi yang menaungi guru dalam hal ini adalah sekolah atau yayasan.

Dilema etika merupakan suatu situasi pilihan benar dan benar tetapi bertentangan. Berbeda dengan  bujukan moral yaitu situasi pilihan benar dan salah namun terjadi dalam kondisi sulit memilih karena ada hal-hal yang berkaitan dengan sebuah rasa kemanuasiaan. Secara umum terdapat empat paradigma dilema etika yaitu individu lawan masyarakat, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan dan jangka pendek lawan jangka panjang.

Penting kiranya seorang guru mempelajari hal-hal yang mendasari dalam mengambil keputusan. Jika sebelumnya hanya mempertimbangkan hal-hal yang menguntungkan saja, pada modul ini dipelajari dasar dan prinsip dalam mengambil keputusan. Terkadang timbul rasa khawatir ketika akan mengambil keputusan, namun jika keputusan tersebut sudah dioptimalkan maka kecil kemungkinan adanya dampak buruk setelah pengambilan keputusan.

 Sembilan langkah pengujian dalam mengambil keputusan dapat membantu untuk memperoleh keputusan yang tepat. Berikut ini langkah-langkahnya:

Pertama, mengenali nilai-nilai yang bertentangan. Analisis situasi dengan mengenali nilai-niai yang bertentangan pada masalah tersebut. Penting kiranya sebelum mengambil keputusan agar menganalisis masalahnya terlebih dahulu.

Kedua, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. Lihat lagi secara lebih dekat siapa saja yang terlibat dalam masalahnya.

Ketiga, kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini. Uraikan masalah menjadi bentuk fakta-fakta yang terjadi secara rinci.

Keempat, pengujian benar atau salah. Setelah masalah terlihat jelas maka lakukan langkah pengujian benar atau salah. Langkah ini sangat penting sekali karena akan melihat dampak-dampak yang akan muncul setelah pengambilan keputusan. Beberapa uji benar atau salah yang dapat dilakukan di antaranya: uji legal, uji regulasi/standar profesional, uji intuisi, uji publikasi dan uji panutan atau idola.

Kelima, pengujian paradigma benar lawan benar. Uji ini tak kalah penting dengan pengujian benar atau salah karena dalam hal ini akan lebih memperjelas jika masalah yang dihadapi merupakan nilai kebajikan yang sama-sama benar tetapi bertentangan.

Keenam, melakukan prinsip resolulsi. Langkah ini merupakan pengambilan dasar prinsip yang akan digunakan dalam menentukan keputusan. Ada tiga prinsip penyelesaian dilema, yaitu: berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan, berpikir berbasis rasa peduli.

Ketujuh, investigasi opsi trilema. Ketika ketiga prinsip di atas tidak dapat digunakan maka opsi trilema menjadi salah satu jalan lain. Opsi trilema merupakan pencarian jalan lain yang lebih kreatif atau bahkan tidak terpikir sebelumnya.

Kedelapan, buat keputusan. Langkah ini lah yang menjadi penentuan. Keputusan bagaimanapun dan sesulit apa pun situasinya tetap harus ditentukan.

Kesembilan, lihat lagi keputusan dan refleksikan. Alangkah baik sekali jika keputusan yang sudah ditentukan, ditinjau ulang dan direfleksikan sebelum dipublikasikan.  

Sembilan langkah tersebut dapat membantu seorang guru dalam mengambil keputusan. Langkah-langkah ini dapat dilatihkan dengan menerapkannya setiap kali dihadapkan dalam pengambilan keputusan sehingga guru dapat terbiasa melakukannya.

Terkadang keputusan harus diambil dalam waktu secepat mungkin. Ada salah satu uji yang dapat dilatih setiap kali ada masalah yaitu uji intuisi. Uji intuisi mengandalkan hati nurani dan tentunya sangat erat dengan prinsip yang dianut. Demikian sembilan langkah yang dapat digunakan dalam pengujian sebelum mengambil keputusan.

Pembahasan modul ini sangat bermanfaat, selain ilmunya sangat berguna juga mudah untuk diterapkan. Menurut penulis ilmu ini penting dimiliki oleh setiap orang karena manusia adalah pemimpin untuk dirinya sendiri. Ada juga perumpamaan yang mengatakan bahwa hidup adalah pilihan, tentu setiap manusia akan selalu dihadapkan pada harusnya mengambil keputusan.

Setelah membaca langkah-langkah ini, seberapa telitikah anda dalam menganalisis sebuah permasalahan sebelum diambilnya keputusan? Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat diterapkan.

 

SHARE 4 comments

Add your comment

© NIDA BELAJAR · THEME BY WATDESIGNEXPRESS