Momentum dalam Membaca (Kisah Siti Hajar)

in , by Nida belajar, September 04, 2021


 

Sudah tidak asing lagi bagi umat islam tentang kisah nabi Ismail. Cerita Nabi Ismail menjadi latar belakang diperintahkannya ibadah kurban yang dilaksanakan pada setiap hari raya Idul Adha. Nabi Ismail yang sudah lama tidak bertemu dengan sang ayah dengan ikhlas menyerahkan dirinya untuk disembelih hanya karena satu alasan yaitu semua atas perintah Allah. Namun Allah Sang Maha Pengasih menggantinya dengan kambing.

Melihat kisah ini tentu banyak pelajaran yang terkandung di dalamnya. Selain keikhlasan seorang anak yang taat akan perintah orang tuanya tentu ada pembelajaran lain. Bagaimana cara seorang Ibu mendidik sehingga bisa berhasil menjadikan anaknya seorang yang soleh dan taat? Pada artikel ini kita akan membahas tentang momentum membaca dan perjalanan seorang Siti Hajar ibunda Nabi Ismail dalam berjuang membesarkan anaknya.

Siti Hajar adalah istri dari Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim yang telah lama menantikan seorang anak akhirnya memperoleh keturunan dari Siti Hajar yaitu Nabi Ismail Alaihisalam. Setelah lahirnya Nabi Ismail turunlah perintah Allah agar Siti Hajar dan Nabi Ismail pindah ke Mekkah. Diantarkanlah Siti Hajar dan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim ke Mekah. Ternyata Nabi Ibrahim hanya mengantrakan saja, tidak ikut tinggal bersama Siti Hajar dan Nabi Ismail.

Tinggallah Siti Hajar dan Nabi Ismail yang masih bayi di Mekkah. Jangan dibayangkan kota Mekkah yang seperti sekarang. Pada saat itu Mekkah adalah wilayah yang kering tidak ada tumbuhan, bahakan mencari air pun susah. Siti Hajar harus berjuang seorang diri mencari air ketika Nabi Ismail menangis kehausan. Siti Hajar berlari dari Bukit Sofa ke Marwah hingga sembilan kali, ternyata munculnya mata air dari tanah yang dihentak-hentak sang bayi karena menangis. Hingga sekarang mata air itu masih terus mengalir dan dikenal dengan air jamjam. Peristiwa  perjuangan Siti Hajar itu kini menjadi salah satu ibadah ketika menunaikan ibadah haji.

Tentu bukan hal yang mudah perjuangan seorang Siti Hajar sebagai seorang Ibu untuk anaknya. Hal ini menjadi pelajaran bagi para ibu untuk meneladani kesabaran dan semangat perjuangan dari seorang Siti Hajar. Bahkan lebih ditekankan lagi untuk para Ibu tunggal yang ditinggalkan oleh suaminya, baik itu karena terpisahkan oleh tempat kerja yang jauh ataupun oleh sebuah perpisahan.

Membesarkan dan mendidik anak seorang diri bukanlah hal yang mudah. Banyak cobaan yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh seorang diri. Perlu kekuatan yang muncul dari diri sendiri untuk mampu menjalankannya. Di balik semua itu ada hal yang paling mendasar untuk meyakinkan diri sehingga mampu menjalani segala cobaan hidup. Hal itu adalah sebuah prinsip dalam diri sendiri. Prinsip tentang sebuah kepercayaan dan keyakinan.

Percaya atau tidak bahwa sebuah keyakinan dan ketaan akan menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan. Seperti yang dialami oleh Siti Hajar, dalam peristiwa ini beliau sangat percaya terhadap suaminya, yakin akan pertolongan Allah dan keyakinan itu mejelma menjadi sebuah ketaatan serta keikhlasan. Keikhlasan yang menjadi salah satu sumber kekuatan Siti Hajar.

Keikhlasan yang dimiliki oleh Siti Hajar yang menurun kepada Nabi Ismail, yang menjadikannya anak yang soleh. Ternyata teladan dari sorang Ibu sangat berpengaruh pada anaknya. Bukan hanya yang terlihat tetapi juga rasa hati yang tidak ditampakan.  

Kaitan kisah Siti Hajar dengan sebuah momentum dalam membaca adalah situasi yang sedang terjadi. Masalah yang begitu besar terkadang dirasakan sangat berat namun ketika melihat kembali pada kisah orang-orang terdahulu maka kisah mereka lebih berat lagi. Air mata bercucuran ketika membaca kisah Nabi Ismail pada saat kondisi hati sedang bersedih karena dirundung masalah. Betapa kuatnya seorang Siti Hajar dalam kondisi yang lebih sulit dari apa yang terjadi sekarang.

Adakalanya membaca sebuah buku harus disesuaikan dengan momen sang pembaca. Jika kondisinya tepat maka bacaan tersebut akan lebih meresap dan bermanfaat.

SHARE 0 comments

Add your comment

© NIDA BELAJAR · THEME BY WATDESIGNEXPRESS