Program Membangun Budaya Literasi Di Sekolah

in , by Nida belajar, Oktober 17, 2021

 A.     Latar Belakang

Semakin pesatnya perkembangan tekhnologi maka menuntut murid sekolah dasar lebih paham terhadap IT. Terlihat dari adanya program asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) yang telah gencar diluncurkan oleh kementrian pendidikan. Bukan hanya penguasaan terhadap IT tetapi instrumen yang digunakan berbasis literasi dan numerasi. Oleh sebab itulah kompetensi literasi dan numerasi pada murid SD harus ditingkatkan.

Pembelajaran tatap muka yang mulai dilaksanakan memerlukan adaptasi yang baru. Program pembelajaran tatap muka haruslah sejalan dengan ANBK sebagai salah satu tolak ukur serta keberpihakan pada murid yaitu kebutuhan dan kesenangannya. Juga menyesuaikan dengan Visi SDN Babakancaringin 1 yaitu berakhlak mulia, unggul dalam Literasi. Salah satu budaya yang harus dibangun adalah literasi di sekolah. Untuk memulai literasi dengan semangat dan gairah baru maka dilaksanakan program membangun literasi di sekolah. Program ini terdiri dari dua kegiatan yaitu LOLIPOP (Lomba Literasi Populer) dan untuk membangun literasi di kelas dengan membuat Pojok Pintar.

Tujuan program membangun budaya literasi di sekolah adalah membiasakan murid untuk senang dalam membaca, menulis, dan menghitung. Mendorong murid untuk semangat dalam belajar dan berkarya. Serta membentuk karakter murid.

B. PELAKSANAAN

LOLIPOP (Lomba Literasi Populer) baru akan dilaksanakan tanggal 18 sd 23 Oktober 2021. Pada saat ini masih dalam proses persiapan. Persiapan yang dilakukan dimulai dari berkoordinasi dengan kepala sekolah dan dewan guru pada rapat sekolah. Penyebaran informasi dan menyiapkan peralatan serta hadiah lomba.

Reaksi murid pada saat diberitahukan tentang akan dilaksanakannya LOLIPOP sangat senang dan bersemangat. 

POJOK PINTAR

Pojok pintar merupakan tempat di sudut kelas yang didesain sedemikian rupa sebagai wadah murid berekspresi. Di Pojok Pintar disediakan papan karya, mading, buku-buku cerita dan warung kejujuran. Tahap pembuatan Pojok Pintar dimulai dari membuat rancangan bersama murid. Murid berdiskusi secara berkelompok untuk membuat kelas yang nyaman. 

Murid memaparkan hasil diskusinya di depan kelas.

Mengambil kesimpulan dan membuat kesepakatan dari rancangan yang sudah dibuat. Pada proses ini cukup sulit dalam penentuannya karena imajinasi murid dalam merancang kelas butuh dana besar untuk mewujudkannya. Seperti ingin memasang AC di dalam kelas, ada toilet yang pintunya dari kelas. Setelah diskusi yang cukup lama maka dputuskan membuat pojok pintar untuk menampung semua keinginan murid.
Hasilnya murid sepakat untuk memanfaatkan aset kelas yang sudah ada dalam membuat Pojok Pintar. Sebelum proses pembuatan, murid merapikan kelas bersama-sama.
Pembagian tugas mereka lakukan sendiri. Anak laki-laki mengerjakan pekerjaan yang berat sedangkan anak perempuan membuat kreasi untuk pojok pintar. Di luar dugaan ada seorang anak laki-laki yang sangat antusias dan berinisiatif untuk membuat kreasi sendiri. Dia sudah menyiapkan segala bahnnya dari rumah, kreasinya hanya tinggal dipasangkan di jendela kelas.

C.     Hasil Aksi Nyata

LOLIPOP baru akan dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2021. Pojok Pintar sudah jadi sekitar 70%.

Melihat semangat murid dan antusiasnya dalam merubah kelas dan menanti lomba tentu sangatlah senang. Ada saja sekelompok murid yang masih malas-malasan terlihat dari raut muka dan gairhnya dalam belajar. Melihat hal ini tentusaja masih menjadi PR untuk memperaikinya.

D.     Kekurangan dan Kelebihan

LOLIPOP belum terlihat apa yang menjadi kekurangan dan kelebihannya.
Pojok Pintar terlihat kelebihan yaitu murid semangat dalam mengerjakan. Hambatan dalam menyelesaikan
Pojok Pintar yaitu pengadaan rak buku. Semula murid sudah semangat unntuk membuatnya dari kardus.
Setelah dicoba ternyata kardus tidak kuat untuk menahan berat buku. Hal lain yang berpengaruh adalah ketua
tim. Ketika ketua tim sakit maka pengerjaan pun sempat terhenti.

 

E.     Rencana masa depan

      Pada tahap selanjutnya adalah pelaksanaan LOLIPOP. Berharap setelah lomba ini berlangsung maka murid menjadi antusias untuk membiasakan diri dalam membaca dan berkarya. Bahkan karena sekolah masih minim sumber bacaan akan disiasati dengan sumber bacaan elektronik dengan akses menggunakan barkode.
      Kegiatan pembuatan Pojok Pintar masih harus dilanjutkan dan diselesaikan hingga dapat digunakan oleh murid. Kekurangan pada proses sebelumnya adalah terkendala bahan dan alat. Ke depan akan melibatkan orang tua murid untuk bekerjasama membuat rak buku walaupun dari barang bekas. Jika sebelumnya orang tua hanya memberikan dorongan secara moril maka nanti diharapkan langsung terjun membantu murid.

      Program tidak berhenti saat Pojok Pintar selesai dibuat dan LOLIPOP sudah terlaksana. Justru inilah awal dari terbiasanya pada kegiatan literasi. Pojok Pintar akan memancing murid untuk selalu berkarya. Kebiasaannya dalam membuat kalimat dan membaca juga dipublikasikan di mading pojok pintar atau pada papan karya. Berharap semoga Karakter baik murid dapat terbentuk dari adanya wadah dan kegiatan pojok pintar yang diberikan.

 

 





SHARE 0 comments

Add your comment

© NIDA BELAJAR · THEME BY WATDESIGNEXPRESS