Persiapan Lokakarya 7

in , by Nida belajar, November 24, 2021

 

Persiapan lokakarya 7 bukan hanya ketika akan berangkat menuju lokasi namun dimulai dari beresnya lokakarya 6. Sespesial apa sebenarnya lokakarya 7 ini sehingga membutuhkan waktu persiapan yang begitu lama? Sepertinya sama spesialnya seperti kamu di hatiku cie cie, jadi ngelantur deh. Seperti yang telah dibahas dalam artikel ”Lokakarya 7 Panen Karya” bahwa acara ini bagaikan samen jika ditingkat sekolah dasar. Namanya mau menampilkan karya dalam pameran dan penampilan  tentu perlu waktu untuk latihan dan mempersiapkan rancangan dekorasi, serta mempersembahkan yang terbaik.

Persiapan yang dilakukan untuk pameran hanya menyiapkan desain barner, menuliskan apa saja yang akan dibawa dan ditampilkan. Sesimpel itu tapi diskusinya cukup menghabiskan waktu yang lama. Hingga membutuhkan beberapa kali pertemuan baik online ataupun offline. Maklumlah seluruh anggota kami semuanya ibu-ibu, hanya pendamping penggerak yang bapak-bapak hahaha. Bisa dibayangkan riwehnya kelompok kami.

Tiap kali kumpul, bahasannya sih gak seberapa tapi diskusinya, debatnya yang bikin lama,. belum lagi sesi makan-makannya. Pernah suatu kali ketika akan diskusi tapi perut lapar, alhasil ngebaso dulu, ngerujak dulu, ngemil dulu baru deh mulai bikin konsep. Apalagi ketika membuat rekorder untuk kabaret, ditambahin sesi ketawa yang gak beres-beres.

Oh iya jadi inget kabaret. Jadi kelompok kami akan mempersembahkan kabaret diacara hiburan lokakarya 7 tapi ternyata tidak jadi ditampilkan. Tidak apa lah mungkin ini yang terbaik menurut Tuhan. Biarlah proses pembuatan kabaret yang cukup lama dan berliku menjadi pelajaran bagi kami. Bisa dibayangkan kabaret yang akan ditampilkan hanya berdurasi lima menit. Iya lima menit, kaya di iklan makanan jatuh “Belum lima menit, nyam-nyam”. Apa yang kalian pikirkan? Begitu singkat bukan. Sesingkat itu harus memuat perjalanan pendidikan kami selama enam bulan. Iya enam bulan dirangkum dalam lima menit. Seru deh pokoknya.

Singkat cerita rekaman pun selesai. Rekaman untuk kabaret lima menit membutuhkan proses pembuatan lebih dari lima jam. Begitulah kehidupan, lebih banyak dramanya dari pada aksinya. Kami sukses dan berhasil mempersiapkan kabaret luar biasa walaupun tak jadi ditampilkan. Kami bahagia bisa berproses karena dibalik pembuatan kabaret itulah hikmah bertebaran. Silaturahmi terjalin dengan baik, pertemanan yang semakin akrab, curhat, ngobrol, makan, ketawa-ketiwi. Yah begitulah kalau ibu-ibu kumpul.

Kalau ibu-ibu kumpul pasti ada yang selalu ikutan, apa coba? Itu dia makanan. Tak pernah kekurangan makanan kalau lagi kumpul. Penyedia tempat selalu menyediakan dengan makanannya, belum lagi yang dibawa sama perorangan. Bahkan Bapak PP juga ikut bawa makanan yang dibagikan ke CGP nya kalau kumpul. Baik hati sekali Bapak PP kami, juga sabar menghadapi ibu-ibu yang riweh ini.

Sampailah pada waktu lokakarya 7 tiba. Kami berangkat dengan dua mobil. Satu mobil dipenuhi barang dan hanya memuat dua orang. Di mobil satu lagi kami berkumpul. Ada seorang teman yang tidak berangkat bareng karena harus menyelesaikan kepentingannya dulu. Bukan ibu-ibu namanya kalau di jalan gak ada cerita. Padahal perjalanannya gak jauh-jauh amat, Cuma dari Ciranjang ke Cipanas. Satu jam juga sudah sampai, bahkan kurang.

Setelah semuanya berkumpul, berangkatlah kami, konvoi ceritanya. Beberapa menit mobil melaju 

“Ada yang belum dapet nih barangnya, katanya ada di sana, coba deh cari di google map,” ujar seorang teman.

“ Ada nih, tar belok di depan. Deket kok gak sampe sekilo,” jawabku.

“Ayo kita ke sana dulu,” jawab pemilik kendaraan.


Mobil pun berbelok dan melaju ke tempat tujuan. Wah indahnya pemandangan di sana. Foto-foto dulu lah kami dengan pose andalan. Akhirnya sesuatu yang dicari pun dapat dengan usaha yang cukup berliku. Sampe harus naik gunung, salah orang, ngebujuk rayu dan ditegur karena melanggar.


Pesan di grup pun bertaburan karena mereka kehilangan kami yang tak kunjung datang. Bahkan sampe keduluan sama temen yang berangkat menyusul. Mana jalan cukup macet juga entah karena apa. Mereka semua heran karena memang yang ada di mobil kami tidak memberitahu dulu bahwa akan mencari sesuatu. Semua dadakan di jalan dan dikira dekat padahal ternyata cukup jauh.

Jika penasasran kami ke mana dan mencari apa, bisik-bisik aja ya di belakang layar karena ini rahasia hehehe.



Sampailah kami di hotel. Seperti biasa prosedur kesehatan cek suhu, kartu vaksin dan sweb. Cukup lama kami menunggu hingga akhirnya mendapatkan kamar dan memasuki kelas untuk memulai lokakarya. Ada sedikit  tragedi kamar yang dibahas pada bagian cerita lain.

Siang hari hingga sore kami mengikuti kelas. Jam delapan malam barulah kami mulai mendekor stan. Berhubung semuanya ibu-ibu jadi kami harus kuat untuk mengangkut semua barang-barang, memasang barner-barner, menempelkan lampu dan hisan, memasang taplak meja. Senang sekali ketika aku hanya diberi tugas untuk duduk di kursi dan temanku menaikinya sambil memasang lampu. Hidup ini kadang tugas kita begitu mudahnya, tapi indahnya kerjasama gak ada yang iri walaupun tugasku cuma duduk haha.



Tak lupa kami ucapkan juga terimakasih untuk bapa-bapak kelompok sebelah yang masih satu fasilitator. Mereka ikut membantu kami dengan senang hati. Ternyata jadi wonder women saja tidak cukup, tetap perlu ada bantuan tangan laki-laki.  

Saking banyaknya barang kami sehingga tidak cukup hanya sebalik untuk memindahkan dari kamar ke tempat pameran. Ada saja beberapa barang yang tertinggal. Kami pun bergantian untuk membawanya. Giliran aku yang mengambil barang dan seorang teman. Saking lelahnya kami memilih untuk naik lift. Dari mulai turun pun kami sudah berdebat harus ke lantai berapa, diantara kami tidak ada yang tahu kamar nya lantai berapa. Bangunan hotel yang cukup bagus dengan denah yang cukup unik sehingga membuat pengunjung yang kampungan ini ribet. Betapa tidak ternyata kami harus berputar-putar karena tersesat mencari kamar. Belum lagi urutan kamar hotel yang sama semua, tiap lantai bentuknya sama. Petunjuk kami hanya nomer kamar.

“Kita harus naik lagi satu lantai bu,” ujar teman kami. Jadi pada saat itu kami bertiga di lift dengan tujuan yang sama yaitu kamar.

“Masa, eh iya, ayo naik lagi,” jawabku, “ini kan yang tadi, berarti kita turun lagi.”

Turun lagi lah kita.

“Nah sepertinya kita harus turun satu tangga lagi,” ujarnya.

“duh bingung deh, hahaha”

“hahahaha”

“cape ketawa, yang ini bener kamarnya ke sini,” jawabku.

Perjuangan mencari kamar aja udah harus naik turun tangga beberapa kali, padahal tujuan utama naik lift biar gak cape pake tangga. Namun sepertinya memang naik lift bikin otak linglung. Bayangkan saja, kejadian ini gak terjadi cuma sekali tapi beberapa kali, kebingungan mencari kamar gara-gara naik lift.Sepertiya harus jadi cerpen tersendiri.

Acara mendekorasi stan berakhir sampai tengah malam. Beres tidak beres dianggap saja selesai. Kami semua diharuskan untuk beristirahat untuk kegiatan esok hari. Selesainya acara mendekor dengan segala keriwehannya, maka beres juga cerita ini. Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

SHARE 46 comments

Add your comment

  1. Saya tunggu cerita selanjutnya mbak

    BalasHapus
  2. Wah rame ya πŸ˜†
    Kebayang repotnya kalau nggak ada bantuan pak bapak hehehe

    BalasHapus
  3. Jadi ngebayangin, riwehnya tim dekor ibu-ibu.πŸ˜‚ Semangat selalu bu, guru penggerak, selalu bergerak membawa perubahan menuju Indonesia Gemilang.

    BalasHapus
  4. MasyaAllah jadi guru penggerak ya mbak. Kerennn. Semangat mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semangat juga buat Mbak Zahwa & Shafa

      Hapus
  5. Aku bisa membayangkan suasananya, semua ibu-ibu pasti seru dan asyik. Jadi ingat mamaku kalau jalan-jalan sama teman-temannya itu, ya pasti seperti yang diceritakan ini suasananya. Makan siang ngebaso, ngerujak, nyemil, ketawa-ketawa dulu ya

    BalasHapus
  6. Kalau ibu-ibu yang ngumpul, pasti heboh saling support.. jadi ingat pengalaman sendiri..😁

    BalasHapus
  7. Wkwkwkwk, seru dan rame sekali yaa. Mamak-mamak memang tak ada lawan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  8. Seru ya kalau ada kegiatan yang melibatkan banyak orang.

    BalasHapus
  9. Wah..seru sekali ceritanya...
    Keren ini Ibu Ibu Guru penggerak..
    Masya Allah..semoga sukses selaluπŸ€—

    BalasHapus
  10. Semangat selalu bu guru, keren ceritanya

    BalasHapus
  11. Akupun capai berusaha agar tempat Lokakarya supaya seru...akhirnya di Palace

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih Bapak yang sudah berjuang untuk kami

      Hapus
  12. Pingin ngulang lagi ya Bu nida, seru banget

    BalasHapus
  13. Berkegiatan dalam kelompok besar selalu mendatangkan keseruan ya Mba?

    BalasHapus
  14. ibu-ibu kalo ngumpul emang heboh dan keketawaan terus πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak berhenti ketawa, hal kecil aja diketawain haha.

      Hapus
  15. Seru banget. Semangat terus belajar

    BalasHapus
  16. Waah rame banget kayaknya itu acaranya, jadi pengen ikutan juga😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Mbak guru ikut aja program pendidikan guru penggerak

      Hapus
  17. Balasan
    1. deket sih kalo dari sini mah, masih satu kabupaten

      Hapus
  18. Seru dan penasaran dengan cerita selanjutnya... ditunggu ya mb semoga lebih seru dan bikin penasaran

    BalasHapus
  19. Seru ya ceritanya. Dimana2 kita ciwi2 serempong apapun tak lupa dokumentasi momen dong, hihihi

    BalasHapus
  20. Walaupun riweh tapi kalau dilakukan bersama rasanya seru ya mba, hihi

    Sejak punya anak, saya belum pernah nih kumpul sama teman-teman lagi. Jadi kangen.

    BalasHapus
  21. Meski riweuh tapi berkesan ya mbaaak♡

    BalasHapus
  22. Betway Casino App Review 2021 | JMWeb
    Betway λ¬Έκ²½ 좜μž₯μ•ˆλ§ˆ Casino app 남양주 좜μž₯샡 review for 2021. Includes bonus codes, promo codes, mobile 경상남도 좜μž₯μ•ˆλ§ˆ apps, λ™λ‘μ²œ 좜μž₯μ•ˆλ§ˆ and banking options.Mobile App: Android, iPhone, Tablet PhoneApplication Compatibility: Android, μ „μ£Ό 좜μž₯μ•ˆλ§ˆ iPhone, Tablet, TabletOS: Android

    BalasHapus

© NIDA BELAJAR · THEME BY WATDESIGNEXPRESS